Link Building Situs Lokal: Kendala, Solusi, dan Ide

Link building merupakan salah satu unsur terpenting SEO. Banyaknya teknik yang digunakan untuk membangun backlink bisa dibilang “tanpa batas”. Namun hal itu sepertinya hanya berlaku untuk situs berbahasa Inggris.

Untuk situs web lokal (berbahasa Indonesia dan target audiens Indonesia), pilihan teknik yang bisa dipakai jauh lebih sedikit. Misalnya, saya tidak bisa memakai teknik resources page (semacam daftar situs untuk sumber rujukan), karena situs lokal jarang sekali yang mempunya resources page.

Teknik Link Building yang Umum Dipakai Situs Lokal

Nyatanya dari pengalaman dan pengamatan saya selama ini hanya ada 3 teknik link building yang secara luas digunakan untuk situs lokal.

Guest Posting

Garis besarnya adalah kita menawarkan konten pada situs lain untuk dimuat pada situs tersebut. Di dalam konten kita pasang link ke situs kita.

Kendala terbesar saat saya melakukan guest posting ke situs lokal adalah:

Komunikasi

Sering pemilik situs yang saya kirimi konten tidak membalas email saya. Jadi saya tidak tahu apakah konten saya diterima atau ditolak. Bahkan saat saya cek ternyata konten saya diterima dan dimuat di situs mereka pun, ada yang tetap diam tidak memberitahu saya.

Solusinya kita harus rajin follow-up, menanyakan status konten kita. Biasanya saya mengirim email dulu menanyakan apakah situs mereka masih menerima guest posting. Sekalian saya beri gambaran konten apa yang akan saya kirimkan.

Jika ternyata masih menerima guest post saya akan segera mengirimkan konten. Dalam waktu 3-7 hari jika belum ada kabar saya akan mengirim email menanyakan status konten apakah bisa diterima atau tidak.

Jika tidak diterima, konten saya periksa barangkali kualitasnya perlu ditingkatkan. Lalu saya gunakan konten tersebut untuk guest post di situs lain.

Saya pernah mengalami, telah mengirim konten dan email namun setelah beberapa lama tidak juga ada balasan sama sekali. Jika demikian, saya akan mengirim email menyatakan bahwa saya tidak jadi guest post di situs tersebut dan kontennya akan saya tawarkan ke situs lain.

Informasi yang Sudah Kadaluwarsa

Saya punya catatan berisi banyak daftar situs lokal yang menerima guest post. Artinya, situs-situs tersebut mempunyai sebuah halaman yang menyatakan mereka menerima kiriman tulisan dari luar.

Tapi banyak juga diantaranya yang setelah saya kirimi konten ternyata sudah tidak lagi menerima guest post. Itulah sebabnya saya lebih dulu menanyakan apakah masih menerima guest post atau tidak, sebelum mengirimkan konten.

Capek Menulis Banyak Konten

Konten adalah amunisi utama guest post. Untuk tiap satu guest post membutuhkan satu konten baru. Jika menargetkan guest post ke 100 situs berarti harus menyiapkan 100 konten.

Capek, tentu. Solusinya kita bisa menggunakan jasa penulis artikel untuk membuat seluruh atau sebagian konten itu.

Content Placement

Guest post versi berbayar tapi ada perbedaannya. Pada content placement, konten bisa kita yang menyiapkan/menulis atau ditulis oleh pemilik situs yang kita tuju. Tergantung kesepakatan kita dengan pemilik situs.

Teknik ini mengharuskan kita menyiapkan dana untuk membayar pemilik situs yang kita pasangi konten dan backlink. Bagi yang budget-nya tidak mencukupi, cara ini memang terasa berat.

Review

Kita membayar pemilik situs untuk menulis di situsnya sebuah review tentang sesuatu. Tentunya dalam review tersebut ada sebuah link yang mengarah ke situs kita.

Review yang ditulis bisa tentang jasa, produk, website, seseorang, lembaga/organisasi, restoran, hotel, tempat wisata, dan sebagainya.

Tidak selamanya pembayaran menggunakan uang, ada yang membayar dengan produk. Misalnya kita berjualan jilbab, lalu menawarkan pada pemilik situs produk jilbab kita dengan imbalan ia me-review produk kita.

Menggunakan teknik ini kita bisa terkendala dengan kejujuran kita sendiri. Jika produk kita kualitasnya sedang-sedang saja, sebaiknya jangan memaksa pemilik situs untuk membuat review yang berlebihan. Misalnya mengaku-aku kualitas produk kita tinggi, padahal tidak.

Kendala Lain: Keywords untuk Search Operator

Google
Sumber: https://pixabay.com/en/google-search-engine-browser-search-76517/

Google search operator (search parameter) adalah karakter tertentu yang digunakan untuk mempersempit dan menyaring hasil pencarian.

Contohnya adalah allintitle:, digunakan untuk mencari laman situs dengan judul tertentu. Pencarian allintitle: bakmi jawa, akan menampilkan laman-laman yang memiliki title mengandung kata bakmi dan jawa. Silakan coba.

Saya terbiasa menggunakan keywords berbahasa Inggris + search operator untuk mencari link opportunities (situs-situs yang potensial dipasangi backlink). Saat melakukannya untuk situs lokal, keywords berbahasa Inggris tersebut tidak efektif.

Misalnya, untuk mencari situs yang menerima guest post dengan tema “kisah Islami”, saya gunakan:

kisah Islami “Become a Contributor”
kisah Islami “Become a Guest Writer”
kisah Islami “Contribute to our Site”
kisah Islami inurl:guest-post-guidelines
kisah Islami intitle:”guest blogging opportunity”
kisah Islami intitle:”submit blog post”
kisah Islami intitle:”submit guest post”
kisah Islami intitle:”write for me”
kisah Islami intitle:”write for us”
kisah Islami inurl:”write for me”
kisah Islami inurl:”write for us”

Hasil pencariannya tidak memuaskan.

Solusinya, saya ganti keywords dengan bahasa Indonesia yang umum digunakan situs-situs lokal. Misalnya:

kisah Islami “kirim tulisan”
kisah Islami “kirim artikel”
kisah Islami “kirim cerita”

Hasilnya jauh lebih bagus.

Teknik Link Building Lain yang Bisa Diterapkan pada Situs Lokal

Teknik-teknik berikut ini banyak diterapkan untuk situs berbahasa Inggris. Namun dengan beberapa modifikasi bisa diterapkan juga untuk situs lokal.

Link Placement

Teknik ini lebih efisien dibanding guest post dan post placement. Lebih cepat, lebih sedikit menyita waktu dan tenaga, bisa lebih murah.

Teorinya adalah kita membayar pemilik situs untuk menaruh link pada artikel yang sudah ada di situs mereka.

Misalnya saja saya mempunyai situs toko online yang menjual buah kurma Ajwa. Maka saya melakukan pencarian di Google dengan keywords “jenis kurma”.

Muncul laman ini pada hasil pencarian http://www.pagiini.com/jenis-kurma-populer/. Saya berminat memasang link pada laman itu, maka saya kontak situs pagiini.com.

“Salam,

Saya hendak menawarkan kerjasama link placement.

Bolehkah saya memasang link pada laman http://www.pagiini.com/jenis-kurma-populer/ ? Tepatnya pada kalimat/anchor text “kurma ajwa” di paragraf ke4.

Saya menghendaki link dofollow. Sebagai imbalan saya menawarkan fee Rp 100.000,-.

Saya tunggu kabarnya 🙂

Terima kasih”

Award

Saya pernah mencoba mendapatkan backlink dari situs .sch.id dan berhasil dapat 2 link. Saya membuat artikel berisi daftar situs sekolah menengah atas yang mempunyai blog yang bagus.

Pertama saya mengumpulkan beberapa ratus situs SMA dan yang sederajat. Yang tidak mempunyai blog saya coret dari daftar.

Selanjutnya saya pilih sekitar 20an yang blognya paling bagus. Kriterianya saya lihat dari isi, desain, kerapian, dan update.

Jadilah artikel saya: http://www.pagiini.com/blog-sekolah-terbaik/.

Lalu saya buat badge penghargaan:

Award blog sekolah terbaik

Terakhir, saya kontak semua situs sekolah yang ada di daftar.

Outreach sekolah

Senang rasanya saat ada yang membalas dan mau memasang award badge-nya.

Sekolah balas

Kunci dari teknik ini:

  1. Saya tidak sekedar mencari backlink, tapi benar-benar meriset (butuh sekitar sebulan waktu itu) blog sekolah mana yang paling bagus.
  2. Menyertakan badge penghargaan yang kodenya siap di-copas. Dari badge inilah saya mendapatkan backlink (image link).

Beasiswa

Teknik ini banyak dipakai oleh situs berbahasa Inggris untuk mendapatkan link dari halaman scholarships/beasiswa situs .edu (biasanya university dan college). Cara ini cukup efektif karena banyak situs university dan college dengan domain .edu yang mempunyai halaman berisi daftar beasiswa dari luar kampus (external scholarships).

Untuk mencari link dari situs .sch.id dan .ac.id, ini caranya:

  1. Siapkan uang beasiswa, misalnya Rp 5.000.000,- untuk 5 pemenang yang masing-masing akan menerima Rp 1.000.000,-.
  2. Buat halaman beasiswa di situs kita yang berisi penjelasan, syarat-syarat, dan deadline beasiswa. Contohnya terpaksa saya pakai dari situs luar http://www.catological.com/scholarship/.
  3. Kontak situs .sch.id dan .ac.id sebanyak mungkin.

“Salam,

Saya [namamu], pemilik website [nama situsmu].

Saya memberitahukan bahwa saya mempunyai program beasiswa untuk murid [nama sekolah/kampus]. Nama program beasiswanya: [nama beasiswa].

Berikut penjelasan singkatnya:
[penjelasan singkat tentang program beasiswa].

Berikut laman beasiswa tersebut: [url beasiswa].

Saya akan sangat menghargai jika Anda mau menginformasikan program beasiswa saya di situs [url situs sekolah/universitas].

Terima kasih banyak, jangan segan hubungi saya jika ada yang ingin ditanyakan.

[nama]
Founder www.namasitus.com”

Kendalanya jarang situs sekolah lokal yang mempunyai laman khusus berisi daftar program beasiswa. Jika mereka menerima program beasiswa kita, maka kita bisa “mengarahkan” agar mereka membuat post atau page baru untuk informasi beasiswa itu.

Penutup

Sebenarnya ada satu teknik lagi yang bisa dicoba, Guestographic (guest post + infographic) dari Brian Dean, founder situs Backlinko. Saya pernah mencobanya tapi tidak berhasil. Lain kali akan saya coba lagi, jika berhasil baik Insya Allah saya kabarkan.

Semoga bermanfaat, jika kamu punya teknik link building lain untuk situs lokal, share dong 🙂

3 comments On Link Building Situs Lokal: Kendala, Solusi, dan Ide

  • Kalau saya paling lewat socmed seperti facebook dengan fanspagenya, kemudian lewat artikel di blog juga saya bisa karena itu paling mudah

  • Kalau saya promosinya paling mudah pakai fanspage facebook. Saya pasang banner besar besar berukuran 13×5 cm di background halamanya. Jadi begitu ada orang yang melihatnya, maka yang pertama kali di lihat adalah banner yang berisi nomor kontak saya seperti WA dan BBM, dan ampuh juga karena dagangan saya laris berkat fanspage ini.

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer